
Sigli, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur (Unigha) menghadiri kegiatan serah terima alat “Podcast” dalam rangka pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak, pada Selasa, 10 Maret 2026 di Gampong Mee Tanoh, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam mendorong inovasi yang bermanfaat bagi pembangunan desa.
Serah terima alat “Podcast” tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui media komunikasi yang kreatif, edukatif, dan partisipatif. Kehadiran alat ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana penyebarluasan informasi desa, promosi potensi lokal, edukasi masyarakat, serta media pembelajaran yang dapat menjangkau berbagai kalangan, termasuk generasi muda dan kelompok perempuan di gampong.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan dihadiri oleh unsur pimpinan universitas, LPPM Unigha, aparatur gampong, pengurus PKK, tim dosen dan mahasiswa pelaksana program, serta masyarakat setempat. Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni penyerahan alat, tetapi juga menandai komitmen bersama untuk menghadirkan inovasi yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Dalam tanggapannya, Rektor Unigha, Dr. Heri Fajri, M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program yang dinilai mampu menunjukkan peran strategis mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan dan inovasi yang lahir dari kampus benar-benar memberi manfaat nyata.
“Program Mahasiswa Berdampak ini merupakan contoh konkret bagaimana kampus dapat hadir di tengah masyarakat dengan membawa solusi yang relevan. Inovasi seperti alat podcast ini tidak hanya mencerminkan kreativitas mahasiswa, tetapi juga kepedulian sosial yang tinggi. Kami berharap alat ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penyebaran informasi, edukasi, dan promosi potensi Gampong Mee Tanoh,” ujar Rektor Unigha.
Sementara itu, Geuchik Gampong Mee Tanoh, Kurniawan, S.E., menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kontribusi yang diberikan oleh Unigha melalui program tersebut. Ia menilai bahwa alat podcast menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi gampong, terutama dalam memperkuat komunikasi publik dan membangun keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan desa.
“Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada pihak Unigha, khususnya LPPM dan mahasiswa, atas bantuan alat podcast ini. Kami melihat alat ini sangat bermanfaat untuk menyampaikan informasi desa, kegiatan masyarakat, serta menjadi media yang menarik untuk mengangkat potensi lokal yang kami miliki,” kata Geuchik Gampong Mee Tanoh.


Dukungan serupa juga disampaikan oleh Ketua PKK Gampong Mee Tanoh. Ia menilai bahwa alat podcast dapat menjadi media yang efektif untuk menyosialisasikan berbagai program pemberdayaan keluarga, kesehatan, pendidikan, dan peningkatan kapasitas perempuan di tingkat gampong.
“Bagi kami, alat podcast ini sangat potensial untuk mendukung kegiatan PKK, terutama dalam penyampaian informasi kepada ibu-ibu dan keluarga. Melalui media ini, pesan-pesan tentang kesehatan, pendidikan anak, ekonomi keluarga, dan kegiatan pemberdayaan bisa disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami,” ungkap Ketua PKK Gampong Mee Tanoh.
Di sisi lain, Ketua Pelaksana Program Mahasiswa Berdampak, Farizawati, M.Pd., menjelaskan bahwa alat podcast dipilih karena dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital, di mana informasi perlu disampaikan secara cepat, kreatif, dan mudah diakses. Ia menegaskan bahwa program ini lahir dari semangat mahasiswa untuk tidak hanya belajar di ruang kuliah, tetapi juga memberi kontribusi langsung kepada masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang sederhana, tetapi memiliki nilai guna yang tinggi bagi masyarakat. Alat podcast ini dirancang sebagai media komunikasi, edukasi, dan promosi yang bisa digunakan oleh gampong secara berkelanjutan. Harapan kami, program ini tidak berhenti pada serah terima alat, tetapi terus hidup dan berkembang bersama masyarakat,” ujar Ketua Pelaksana.
Sementara itu, Ketua LPPM Unigha, Dr. Zufahmi, S.Pd.,M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendorong hilirisasi inovasi mahasiswa agar dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, program pengabdian yang baik adalah program yang mampu menjawab kebutuhan lokal dan melibatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan.
“LPPM Unigha terus mendorong agar inovasi mahasiswa tidak berhenti pada tataran ide, tetapi benar-benar hadir sebagai solusi di lapangan. Penyerahan alat podcast ini menjadi simbol dari semangat kolaborasi, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap alat ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung komunikasi publik, edukasi masyarakat, dan pengembangan potensi desa,” tutur Ketua LPPM Unigha.
Kegiatan serah terima alat “Podcast” ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kampus dan masyarakat mampu melahirkan langkah-langkah inovatif yang berdampak nyata. Dengan dukungan berbagai pihak, alat yang telah diserahkan diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas tambahan, tetapi juga menjadi media produktif yang memperkuat literasi, partisipasi masyarakat, serta pembangunan desa berbasis potensi lokal.
Melalui program ini, Unigha kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga pada pengabdian yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sinergi inovasi dan kepedulian yang terbangun di Gampong Mee Tanoh diharapkan menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak program mahasiswa yang berdampak dan berkelanjutan di masa mendatang.