Sigli, 3 Februari 2026. Universitas Jabal Ghafur (Unigha) secara resmi melepas peserta Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026, sebagai wujud nyata keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana.
Kegiatan pelepasan ini diikuti oleh 150 mahasiswa lintas program studi yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan dan lintas program studi, yang didampingi oleh dosen pembimbing yang kompeten dan relevan dengan fokus kegiatan di lapangan.

Dalam laporan resminya, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur, Dr. Zufahmi, S.Pd., M.Si. menyampaikan bahwa LPPM telah melalui serangkaian tahapan persiapan sebelum program ini dilaksanakan.
“LPPM telah melakukan sosialisasi program kepada seluruh program studi, berkoordinasi dengan pimpinan universitas, serta memfasilitasi proses persetujuan usulan. Berdasarkan proses tersebut, pada tahun 2026 ini Kemendiktisaintek menetapkan tiga proposal dari Universitas Jabal Ghafur dinyatakan lolos pendanaan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Universitas Jabal Ghafur, T. Yasman Saputra, S.H., M.H. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif mahasiswa dan dosen dalam program nasional tersebut. Ia menekankan bahwa Program Mahasiswa Berdampak menjadi momentum penting bagi Unigha untuk semakin dekat dengan masyarakat.
“Melalui program ini, Universitas Jabal Ghafur dapat hadir langsung dalam proses pemulihan dampak bencana. Harapannya, masyarakat dapat merasakan kehadiran Unigha sebagai mitra yang peduli dan siap berkontribusi bagi kehidupan mereka,” ujarnya.
Arahan juga disampaikan oleh Rektor Universitas Jabal Ghafur, Dr. Heri Fajri, M.Pd. menekankan peran mahasiswa sebagai agen solusi di tengah masyarakat terdampak bencana.
“Mahasiswa hadir bukan hanya untuk menjalankan program, tetapi untuk membawa solusi atas permasalahan masyarakat. Bangun kerja sama, bergandengan tangan dengan warga, dan jadikan kegiatan ini sebagai proses belajar sekaligus pengabdian yang bermakna,” tegas Rektor.

Program Mahasiswa Berdampak ini difokuskan pada kegiatan pemberdayaan masyarakat, pemulihan lingkungan, penguatan ekonomi produktif, serta edukasi kebencanaan. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi secara berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Dengan dilepasnya 150 mahasiswa ini, Universitas Jabal Ghafur berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam pengabdian kepada masyarakat dan mendukung agenda nasional pemulihan dampak bencana di wilayah Sumatra.
Penulis : Dr. Zufahmi, S.Pd., M.Si